BUDIDAYA IKAN LELE SMAN 4 BALIKPAPAn

BUDIDAYA IKAN LELE GUNA

MENEKAN INFLASI PASAR

 

 

DISUSUN OLEH :

  1. ARBAIN
  2. EKA PRASETYA
  3. RAFLI ARFANDI
  4. RIZKY FEBRIAN NUR

 

 

 

 

 

 

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4 BALIKPAPAN
2016

 

 

 

KATA PENGANTAR

Tiada kata yang dapat kami ucapkan selain  mengucap syukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang selalu memberikan kemudahan dan kelancaran bagi kami untuk menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Budidaya Ikan Lele Guna Menekan  Inflasi Di Pasar”

Dalam menyelesaikan karya tulis ini kami banyak mengalami kesulitan dan hambatan baik dari faktor internal maupun faktor eksternal dari karya ilmiah ini. namun berkat bimbingan dan bantuan dari bapak Rohmad, S.Pd selaku guru pembimbing kami dan tidak lupa kami mengucapkan terima kasih teman-teman SMAN 4 Balikpapan yang telah membantu dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini sehingga project ini dapat selesai.Karya Ilmiah ini adalah sebagai rencana project kami dalam pengendalian inflasi.

Semoga karya ilmiah kami ini dapat bermanfaat bagi kita senua. Segala kritikan dan saran tetap kami terima demi lebih baiknya project kami ini.

 

 

 

Balikpapan, 31 Juli 2016

 

 

 

 

 

 

Penulis

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………………………………..i

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………..ii

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………………….iii

BAB 1 : PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………..

  • Latar Belakang………………………………………………………………………………………………1
  • Rumusan Masalah………………………………………………………………………………………….1
  • Tujuan Masalah……………………………………………………………………………………………..2
  • ………………………………………………………………………………………………………..2

BAB 2 : PEMBAHASAN……………………………………………………………………………………..

2.1 Inflasi Di Kota Balikpapan ………………………………………………………,…3
2.2 Cara Mengatasi Inflasi di Pasar Balikpapan……………………………………….4

BAB 3 : PENUTUPAN………………………………………………………………………………………..

3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………………………………6
3.2 Saran…………………………………………………………………………………………………………….6

Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………………………..7

Lampiran…………………………………………………………………………………………………………..8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

Ekonomi menurut Adam Smith adalah secara sistematis ilmu ekonomi mempelajari tingkah laku manusia dalam usahanaya untuk  mengalokasiakan sumber-sumber daya yang terbatas guna mencapai tujuan tertentu. Salah satu jenis ekonomi yaitu adalah ekonomi makro, cabang ilmu ekonomi yang menelaah perilaku dari perekonomian atau tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan (agregat) termasuk di dalamnya faktor-faktor yang  mempengaruhi kinerja perekonomian.

Di dalam ekonomi makro terdapat istilah yang disebut dengan inflasi. Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi.Inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu.Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi.

Sebagai siswa Kami merencanakan cara untuk menekan inflasi pasar

yaitu dengan cara budidaya ikan lele. Kami memilih ikan lele karena dalam membudidayakan ikan lele cara perawatannya dapat dikatakan mudah dan permintaan konsumen terhadap ikan lele tergolong banyak.

 

1.2. Rumusan Masalah

-Bagaimana cara mengatasi inflasi dengan budidaya Lele ?
-Bagaimana pengaruh budidaya ikan lele terhadap inflasi ?

-Bagaimana menekan dampak inflasi harga pasaran ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

1.3.Tujuan

-Mengetahui cara mengatasi inflasi dengan budidaya lele

-Mengetahui dampak inflasi terhadap harga di pasaran

-Mengetahui cara menekan dampak inflasi harga di pasaran

-Berpartisipasi dalam pengendalian inflasi

 

1.4. Manfaat

Siswa dapat memahami cara menekan harga di pasaran

Siswa dapat mengetahui dampak inflasi terhaadap harga di pasaran

Siswa dapat memahami cara mengatasi inflasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Inflasi Di Kota Balikpapan

 

          Seperti yang dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi. .Pada tahun 2015 laju inflasi Kota Balikpapan tercatat sebesar 6,26 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi tahun lalu yaitu sebesar 7,43 persen. Diantara dua Kota inflasi lainnya, Kota Balikpapan tercatat memiliki nilai inflasi paling tinggi di Provinsi Kalimantan Timur. Dalam kurun waktu 12 bulan selama tahun 2015, tujuh bulan di antaranya mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi pada bulan Juli sebesar 2,04 persen dan inflasi terendah terjadi pada bulan Februari sebesar 0,72 persen. Sedangkan deflasi terjadi pada beberapa bulan diantaranya Maret -0,71 persen; April -0,32 persen; Agustus -0,23 persen; September -0,13 persen; dan November -0,54 persen . Selama tahun 2015 seluruh kelompok pengeluaran di Kota Balikpapan mengalami inflasi, dengan rincian sebagai berikut: kelompok bahan makanan 11,90 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 6,40 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 5,03 persen; kelompok sandang 3,02 persen; kelompokkesehatan 7,92 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 6,11 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,97 persen. Dilihat dari besarnya andil inflasi, selama tahun 2015 kelompok bahan makanan memberikan andil inflasi 2,47 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,18 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 1,29 persen; kelompok sandang 0,15 persen; kelompok kesehatan 0,38 persen; kelompok pendidikan, rekreasi

dan olahraga 0,42 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,37 persen. Jenis barang dan jasa yang dominan memberikan andil inflasi di Kota Balikpapan selama tahun 2015 antara lain: angkutan udara 0,78

persen; kacang panjang 0,48 persen; rokok kretek filter dan sewa rumah masing-masing 0,39 persen; beras 0,38 persen; tongkol/ambu-ambu dan jagung manis masing-masing 0,24 persen; bahan bakar rumah tangga 0,17 persen; mobil 0,15 persen; selar/tude dan tarip listrik masing-masing 0,13 persen; biaya jaringan saluran TV, pisang dan rokok putih masingmasing 0,12 persen; upah pembantu RT,

terong panjang dan telur ayam ras masing-masing 0,11 persen; Kembung/gembung dan bawang merah masing-

masing 0,10 persen. Selebihnya dari komoditas-komoditas lain memberikan andil inflasi kurang dari 0,10 persen. Sementara komoditas yang dominan memberikan andil deflasi adalah bensin -0,65 persen; sawi hijau -0,34 persen dan daging ayam ras -0,21 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan bahwa inflasi di Kota Balikpapan cukup tinggi dan merupakan kota yang tingkat inflasinya tertinggi di Kalimantan Timur. Salah satunya adalah ikan. Dalam hal ini kami memfokuskan penelitian pada ikan Lele.

 

3

Hasil survei yang kami lakukan di berbagai pasar di Balikpapan, Salah satunya di pasar Klandasan, Data yang kami peroleh dari penjual ikan Lele di pasar tersebut bahwa harga ikan lele yang berbeda-beda karena berbagai faktor.

 

Salah satunya adalah faktor pembeli yang tidak menentu. Harga ikan Lele di pasar Klandasan seharga Rp30.000,00/kg, sedangkan harga ikan Lele di Pasar pandan sari seharga  Rp35.0000,00/kg .Perbedaan harga tersebut disebabkan oleh permintaan ikan di pasar klandasan tinggi. Sedangkan di  pasar Pandan sari lebih murah karena permintaan yang tidak terlalu tinggi. Selain itu, banyaknya permintaan ikan lele oleh penjual makanan yang menyajikan ikan lele yang tiap hari harus membeli ikan lele.

Kami juga telah mensurvei salah satu pasar di Balikpapan Selatan yaitu pasar sepinggan. Berdasarkan data yang kami peroleh dari penjual ikan di Pasar tersebut, jarang yang menjual ikan lele dikarenakan di daerah balikapapan  kurangnya tambak lele, oleh karena itu perluasan produksi ikan lele sangat dibutuhkan berupa tambak lele demi menekan harga ikan Lele dan juga meratanya penjualan ikan lele di pasar Balikpapan.

 

 

 

2.2  Cara Mengatasi Inflasi Di Pasar Balikpapan

 

Agar dapat berpartisipasi dalam pengendalian inflasi di Kota Balikpapan khususnya ikan Lele, kami berencana membuat tambak lele di wilayah SMAN 4 Balikpapan. Di lahan sebesar 5×10 m tersebut kami akan membuat 4  kolam lele yang terbentuk dari kolam terpal yang masing-masing berukuran 2×4 m. Kolam-kolam tersebut akan diisi ikan Lele Sangkuriang.

 

4 kolam tersebut berisi ikan Lele yang sesuai dengan ukurannya masing-masing yaitu :

  • Kolam 1 : bibit ikan Lele
  • Kolam 2 : ikan Lele ukuran 4cm(usia 2 minggu)
  • Kolam 3 : Ikan Lele ukuran sedang
  • Kolam 4 : Ikan lele ukuran besar (siap panen)

 

 

 

 

Pemeliharaan ikan lele sebagai berikut :

1.Pembuatan Kolam terpal

 

2 Tahap awal

Berupa Pembelian benih lele ukuran 4cm sebanyak 400 benih seharga Rp150,00/benih dan ditempatkan di masing-masing kolam.

 

 

 

 

 

 

4

  1. Tahap Pemeliharaan
  2. Pemberian Pakan

– Minggu Pertama pemberian pakan berupa cacing

– Minggu kedua dan seterusnya pemberian pakan berupa Pelet dengan harga Rp18.000,00/kg. Pemberian pakan diberikan pagi dan sore hari

 

  1. Pembersihan kolam

Pembersihan kolam dilakukan dilakukan seminggu sekali agar ikan sehat dan jamur dikolam tidak ada

 

  1. Penyortiran

Sortir dilakukan saat ikan lele berumur 1,5 bulan setelah penempatan dikolam. Saat disortir ikan dipilih dengan kualitas baik dan yang kurang baik dan mana yang kecil dan besar

 

  1. Tahap Panen

Saat ikan telah berumur 3 Bulan, ikan di panen dengan cara air dikuras dan dipilih ikan yang segar,sehat dan besar dengan kualitas yang baik dan dipindahkan di kolam 4 ( kolam siap panen ) untuk segera di pasarkan.
5 Tahap Pemasaran

Dalam tahap ini, kami akan mempromosikan dan menjual kepada distributor langsung pedagang di pasar untuk di jual. Harga yang kami tentukan sesuai dengan perhitungan biaya yang dikeluarkan dan keuntungan yang didapat. Dengan kita menjual langsung ke pasar, maka  harga ikan lele tidak melonjak terlalu tinggi di pasaran dari harga yang kami tawarkan sebelumnya. Karena harga yang tinggi dikarenakan banyak pihak yang menjual dari tangan ke tangan serta pengambilan untung yang terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan kualitas ikan tersebut. Maka, Distributor tidak akan menjual harga yang terlalu tinggi dari harga sebelumnya. Kami juga akan menawarkan ikan lele kami langsung ke penjual makanan yang menjual sajian ikan lele agar mereka tidak susah lagi menuju pasar untuk membeli ikan lele.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

BAB III

PENUTUPAN

 

3.1 Kesimpulan

           

Inflasi di Kota Balikpapan berdasarkan Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan cukup tinggi. Hal tersebut dikarenakan permintaan masyarakat Kota Balikpapan yang cukup tinggi, sementara penawaran terhadap konsumen masih kurang di karenakan masih kurangnya Produksi dari berbagai barang pangan, khususnya ikan Lele. Oleh karena itu, kami berencana membuat lahan berupa tambak Lele di Sekolah kami sebagai bentuk kontribusi sekolah dalam Pengendalian Inflasi.

 

3.2 Saran

Kami sebagai penyusun sangat menyadari bahwa penelitian ini masih sangat jauh dari sempurna. Maka dari itu penyusun sangat mengharapkan adanya penelitian lebih lanjut tentang Peran Budidaya Ikan Lele terhadap Inflasi. Kami sangat berharap bahwa Budidaya Ikan Lele ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan dapat menekan harga ikan sesuai permintaan Pasar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6

 

Daftar Pustaka

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7

 

Lampiran

 

 

 

  

 

*Proses pewawancaraan kepada Bapak Parman selaku pemilik tambak pembenihan ikan lele

 

8

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*